Label

Rabu, 21 Juli 2010

pasangan sepasang sepatu

May you never steal, lie, or cheat, but if you must steal, then steal away my sorrows, and if you must lie, lie with me all the nights of my life, and if you must cheat, then please cheat death because I couldn't live a day without you. -Leap Year


Quote diatas adalah ucapan penantin wanita di film Leap Year. Bagi saya, quote ini terdengar unik dan tak terasa gombal. Justru terasa romantis. Bahagianya jika kita telah menemukan orang tersebut. Pasangan sehidup semati. 

Bagi saya, pasangan itu ibarat sepatu. Setiap perempuan membutuhkan sepatu. Sepatu yang nyaman. Sepatu andalan yang bisa dipakai kapan saja saat dibutuhkan. Percaya atau tidak. Hal itulah yg menjadi masalah saya. Sepatu!

Saya termasuk orang yang senang membeli sepatu. Entah karena suka modelnya, bagus, lucu, terlebih lagi karena ada diskon. yippi. Casual dan ortopedis adalah tipe sepatu favorit saya. Kadangkala, saya membeli sepatu dengan model yg sama hanya beda warna. Warna sepatu saya kebanyakan bernuansa putih, krem, beige dan cokelat. Hitam adalah warna yg paling saya hindari. Ada sepatu yg saya selalu pakai. Ada pula sepatu yg sekali pakai, tidak pernah saya gunakan lagi. Bahkan, ada yg belum pernah saya gunakan sama sekali. 

Permasalahannya, sulit sekali menemukan sepatu yang nyaman. Sepatu yang bisa menjadi andalan kapan saja dibutuhkan. Setiap kali saya bernapsu membeli sebuah sepatu, saya kerap kali berkata "Ini dia sepatu yang gw cari!" atau "Ini sepatu yg gw cari selama ini!", dsb. Tetapi, ketika saya coba gunakan untuk menemani aktivitas saya, selalu saja ada yang tidak berkenan. Mulai dari  ternyata kebesaran, kekecilan, tidak enak diajak lari, tidak relevan dipakai ke sebuah pesta walau nyaman, tidak tahan dengan berat badan saya, dsb. Bagi saya merk dan harga memang berpengaruh terhadap kenyamanan tetapi tak selalu menjamin. Ada sepatu saya yg harganya cuma 45rb tetapi sangat nyaman dipakai, sering saya gunakan hingga jebol. (apa karna harganya murah ya jadi gak kuat?hehe). Jadi, tak harus Jimmy Choo atau Manolo Blahnik. 

Sampai sekarang masih menjadi misteri bagi saya menemukan sepatu andalan yg reliable. Tak heran saya sering gonta-ganti sepatu dan beli sepatu dalam rangka mencari sepatu 'kaca' saya, haha. tak heran saya dipanggil "Miss cantik yg suka gonta-ganti sepatu" oleh murid-murid saya. (Gak nyangka jg dibilang cantik dan diperatiin sampai ujung kaki, haha). 

Lalu, bagaimana implikasiny terhadap pasangan. Pasangan untuk orang yang mencari sepasang sepatu nyaman(?) 

the implication is that no one shoe cant pair with a very different, bizzare shoe... 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar